Senin, 11 September 2017

Rasa yang pernah ada

Aku tak pernah tahu takdir ke depan akan seperti apa. Tak pernah tahu akan bagaimana kehidupanku nantinya.
Aku, sangat berterima kasih atas semua anugerah yang telah ALLAH SWT berikan kepadaku.
Aku, di pertemukan dengan orang-orang baik yang sangat mengerti aku, tanpa memandang fisik.

Aku, sangat bahagia ketika mereka dapat menerima ku apa adanya.
Aku, kadang aku sangat canggung di hadapan mereka, aku malu dihadapan mereka, tapi merekalah yang menguatkan aku.
Aku, senang mereka dengan apapun yang engkau berikan., hingga akhirnya orang-orang baik itu mempengaruhi ku dan menimbulkan perasaan yang berbeda.

Aku, yang ntahlah, sekarang rasanya masih tidak percaya akan apa yang aku jalani saat ini.
Aku, masih merasa semua ini hanya sekedar mimpi, tetapi nyatanya tidak. Ini sungguh kenyaataan yang harus aku jalani.
Aku, ya aku merasa ALLAH sangat sayang padaku hinggi IA mempertemukan ku dengan sosok yang baik yang tak pernah sama sekali aku pikirkan sebelumnya. Aku pun tak tahu kenapa ini bisa terjadi. Takdir memang tak selalu seperti apa yang kita harapkan.

Dan saat ini, ketika rasa yang pernah ada itu menyeruak kembali ke permukaan, aku merasa seperti ombak datang tiba-tiba menerjangku. Kegundahan dalam jika kembali terusik. Akankah ini pertanda ujian untuk ku ? Di saat aku sedang menikmati apa itu yang dinamakan kenyamanan, rasa itu tiba-tiba muncul, dan membuyarkan pikiran ku. Yah, memang ku akui, telah banyak yang berlaku baik, bahkan baik sekali kepada ku. Hanya saja, memang belum dipertemukan. DIA mengetahui apa yang tidak aku ketahui. Di setiap sujudku, selalu ku panjatkan doa agar dipertemukan dengan yang terbaik diantara yang baik.


Apakah ini ujian ? Semoga aku kuat menghadapinya, dan membuatku semakin mantap memilihmu hai sosok yang baik dikirimkan ALLAH.

Amin.

-Jakarta, 11 September 2017, 00.28 AM-

Selasa, 15 Agustus 2017

Aku, Dia, dan Kamu


Matahari sudah sedikit akan tenggelam di ufuk barat.
Jingga nya langit mulai tersebar di penjuru Indonesia.

Aku, menemukan diriku yang mulai lelah dan tak terarah dengan keadaan.
Aku, merasa bersalah akan sikap kekanak-kanakkan ku.
Aku, merupakan penggemar rak tapi ... ah entahlah, 
Aku, mendekati tak ada respon yang terjadi, mungkin karena terlalu malu tuk maju
Aku, mengenal keluarganya juga
Aku, mendengar perkataan ibundanya membuat tubuh tak tenang diri
Aku, selalu berdoa agar bisa menjadi bagiannya

Satu sisi, saat bersamaan, rasa bersalah itu muncul dan....



Tubuh ku lunglai tak berdaya
Pikiran ku pun mengudara
Kubayangkan sebuah asa
Yang tak dapat ku rasa

Ku mulai mencoba pahami belenggu
Dan ini adalah tentang waktu
Angan ku melayang di kalbu
Jantung ku berdebar tak menentu
Kegelisahan ini mulai menggangu

Jari jemari seakan ragu
Tapi raga tetap teguh
Aku bingung dengan ku
Rasa bersalah selalu saja menghantui ku
Maafkan aku yang lalu

Jumat, 16 Juni 2017

Diam

Ku ceritakan sejarah ku kecil dulu tepatnya saat ku masih duduk di bangku SMP.
Aku merasa asing,
Selalu asing di tempat baru, butuh adaptasi ada segalanya. Mulai dari teman, lokasi, dan mata pelajaran di kelas. Alu menyukai olahraga, hanya saja tak terlalu pantai untuk itu.
Entah lah suatu ketika, aku mulai beranjak dewa ditandakan dengan masa puberku.
Antara sedih atau bahagia karena ku baru pertama kali merasakan itu.
Saat itu angkatan ku di bagi menjadi 3 kelas 1,2,3 dan aku masuk di kelas 3. Tak ada yang kenal di dalam itu. Mulai perkenalan dan sebagainya. Beberapa bulan kemudian aku sudah mulai beradaptasi dengan linkungan.
Minder, adalah salah satu sifat yang tak bisa aku lepas. Semua orang tau itu. Aku tetap membangun rasa percaya diriku yang tinggi. Tak ingin orang memandangku sebelah mata. Aku bersyukur dengan apa yang telah diberikan.
Diam-diam aku fans mu,
Diam-diam aku menyukai mu.
Entah kapan aku mulai menyukai nya. Seseorang yang pandai berolahraga, pandai pramuka, serta ia pun pintar. Aku ngefans sama dia. Meski ku tahu rasanya susah dengan aku yang seperti ini.

Beberapa waktu pun berlalu, dan rasa itu tetap sama. Meski, aku tetap memendam rasa itu. Saat SMA, bahkan aku dan dia hanya sekedar teman biasa. Aku punya pasangan pun dia pun sama. Rasa fans itu sedikit pudar, dan tak ku hiraukan.
Dan kini, aku tak tahu tiba-tiba rasa itu muncul saat ada yang berkata fans ku pun suka aku. Namun, aku masih ragu akan hal itu, ku ingin mengetahuinya sendiri dari dia.

Hanya berdoa semoga kamu yang aku semogakan.
Amin

Selasa, 14 Maret 2017

You know what i'm thinking now

Helloo readers,

I think, its a looong time ago i'm not wrote this blog, i just share some of my photos here.

I'm feeling this life is many challenges. Start from my activities in my home, my office and everything. Merasakan kehidupan seperti sebuah bola api yang entah kapan akan menyerang pada dirimu. Dan saat ini bola api itu sudah mulai mendekat. Bara-bara api pun sudah mulai terasa di tubuh. Dan ku pikir ku harus mempersiapkan berbagai cara agar si bola api bisa mengurangi bara apinya yang panas itu. Banyak hal yang bisa misalnya, mungkin aku bisa menghidupkan kipas angin agar si bara tak terasa panas, atau aku menghalanginya dengan membangun sebuah atap rumah yang tahan api dan kuat.
Bagaimana cara membangun hal-hal tersebut ?

Senin, 06 Februari 2017

I hope you can understand me

YOU,
You have a name
You have a nick name

You, always pray for you
I don't want if you leave
Yes, we didn't have a promises
But, i think I hope to much to you
You ignore my chat, you dont reply what my question.
I don't know maybe you have been changed, maybe you have been a new partner in ur life, because of me. Because of me too ignorant. Hope can be wrong.

Please be nice to me.
You'Re